Macam macam bentuk rajah Macam macam bentuk rajah .

Jumat, 29 April 2011

Macam macam bentuk rajah


Asy – Syaih Abu Fadlol As Senori At Tubani Memfatwakan bahwa Penulisan Rajah Arab, Kitab Syamsyul Ma’arif, dan Mamba’u ushul Al Hikmah adalah termasuk Kitab-Kitab Sihir.[1]

Tanbihun.com – Beliau Berkata : Sesungguhnya telah lewat keterangan mengenai Rajah Rajah Arab Yang termasuk bagian dari Sihir. Pendapat yang banyak di Salah pahami Orang, mengenai Pencetusnya adalah Sayyidina Ali Karramahu Wajhah merupakan kebohongan yang sangat jelas,

Dan ketika Anda merenung dengan hati jernih mulai dari Awal yang telah kami sampaikan ( pembahasan masalah Sihir ), maka Anda akan tahu Sesungguhnya Kitab Syamsul Ma’arif dan Manba’u Ushul Al Hikmah yang di tulis oleh Syaih Al Buni ataupun Kitab Kitab lain yang menyerupainya termasuk golongan Kitab Sihir, dan Kami yakin, bahwa Orang yang mengatakan Nadzam Jaljalutiyah merupakan Tulisan Sayyidina Ali Karramahu Wajhah Adalah Seorang Pendusta Besar.

Fatwa AL- Habib Alwi bin Ahmad bin Abdur- Rahman Tentang ” PENGGUNAAN WIFIQ-WIFIQ “[2]

Penulisan wifiq-wifiq itu dikembalikan kepada penyesuaian bilangan-bilangan arab. Imam Ghozali termasuk salah satu ulama yang memperdalam dan menguasai ilmu ini, sehingga ilmu ini dikenal sebagai ilmu beliau.

Menurut pendapat yang benar, wifiq-wifiq ini tidak diharamkan jika digunakan untuk mencapai hal-hal yang diperbolehkan. Sedangkan pendapat Al- Qorofi yang menandaskan bahwa wifiq itu termasuk sihir, diarahkan pada permasalahan ketika ada tujuan-tujuan yang diharamkan.

Note : Terlepas dari pro-kontra hukum rajah arab ini, penulis melihat fakta dimasyarakat awam, apabila mereka datang kepada salah seorang yang biasa membuat jampi-jampi dengan rajah-rajah arab, mereka akan terlena, hati dan pikiran mereka tertuju dan terikat dengan “pegangan” yang isinya rajah-rajah tersebut. Buktinya seorang “jawara” yang konon sakti madraguna, ditembak ngakak, dibedil mecicil, ketika rajah yang menjadi “piyandel”(pegangannya) hilang keberaniannya pun ikut sirna.

Yang lebih lucu lagi, kebanyakan azimat yang beredar adalah bukan rajah asli, karena definisi rajah adalah tulisan tangan, maka harus ditulis dengan tangan, bukannya difoto copi atau disablon. Memilikinya saja sudah membahayakan aqidah, konyolnya azimat yang dipercayainya adalah palsu.(zid)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar